Saturday, January 12, 2013


AKU


Ya Allah
Kau berilah kekuatan
aku lemah...
aku pasrah...
aku berserah...
aku mahukanMu...
aku hilang dari kewujudanku.

Bangi,
14.23pm

Thursday, January 3, 2013

MENYULUH DALAM KEGELAPAN


Mengira-ngira waktu, bagaikan menghitung detik saat kematian. Melihat bentuk dan banyaknya jumlah angka yang aku senaraikan, bagaikan meletak mimpi ngeri di depan mata untuk ditelan. Waktu. Mengapa begitu pantas berlari?

Tahun 2013. Entah apa yang bakal aku hadapi. Entah apa. Mahu lebih happy? (sekarang tidak happy?) Mahu lebih sukses? (sekarang tidak sukses?). Mahu bahagia? (sekarang tidak?). Apa yang aku kejarkan dalam hidup ini...apa akan berlaku padaku suatu hari nanti? Apa yang berlaku saat kematian hampir? Semua itu sangat-sangat menakutkan. Sangat.

Membahagiakan orang lain terutama orang-orang disekeliling masih tidak dapat aku lunaskan dalam usia menginjak 35 tahun ini. Apatah lagi untuk mencari kebahagiaan sendiri. Kematangan tidak hadir dalam wajah yang sepatutnya. Ia hadir dengan kesedihan dan kepedihan. Sehingga ada rasa dalam hati, gusar yang tak pernah pergi. Esok masihkah ada sisa berbaki?

Kg. Bahagia Bangi
5.46am
03.01.13

Wednesday, January 2, 2013

SAJAK SENDIRI


Aku...
memerhati, berfikir, memerhati, berfikir
berubah, diubah, berubah, diubah
melihat, meluat, melihat, meluat
diam, senyap, diam, senyap
keliru, bingung, keliru, bingung
sepi, sendiri, sepi, sendiri

bangi.

Tuesday, January 1, 2013

2013

 
















Masa datang, satu detik... dua detik... tiga detik...
Masa pergi, 4 tahun... 10 tahun... 17 tahun...
Usia menginjak...
persekitaran berubah...
perspektif mencapah...
Tapi aku kekal tak berfasa.
     Tetap menunggu saat deru angin berhenti sebentar,
     berbisik di cuping,
     menyampai khabar...
Tetap tekun memerhati,
rintik hujan,
satu-satu di tingkap kaca. 
     Tetap berlari ke kaki gunung,
     kalau-kalau,
     pelangi semalam kembali menjelma.
Menghirup kopi di anjung,
menghitung-hitung hutang pada Dia yang menggunung.

Bangi,
6.37am
01.01.13


Sunday, October 21, 2012


terus berusaha utk bertahan...
















Saya boleh sahaja dgn mudah menyangkal semua hujah dangkal yang dia utarakan. Saya boleh sahaja menyatakan betapa bodoh dan dungunya pemikiran dia walau dlm usia yang bukan lagi muda. Saya boleh sahaja memberitahu betapa sikap emosional dan gopoh yg tebal dlm dirinya tidak lagi relevan. Tapi semua itu tidak saya lakukan, semata-mata kerana kasih sayang saya kepada dia sangat mendalam dan melebihi segala-galanya. Itupun kalau dia menyedari hakikat itu...

Friday, October 19, 2012


After The Love Has Gone





for a while, to love was all we could do
we were young and we knew
and our eyes were alive
deep inside we knew our love was true

for a while, we paid no mind to the past
we knew love would  last
every night something right
would invite us to begin the dance

something happened along the way
what use to be happy was sad
something happened along the way
and yesterday was all we had

c/o :
and oh, after the love has gone
how could you lead me on
and not let me stay around

oh, oh, oh after the love has gone
what used to be right was wrong
can love that's lost be found?

for a while, to love each other with all
we would ever need love was strong for so long
never knew that what was wrong
oh baby wasn't right

we tried to find what we had
untill sadness was all we shared
we were scared, this affair would lead our love into

something happened along the way
yesterday was all we had
something happened along the way
what use to be happy was sad
something happened along the way
and yesterday was all we had

repeat chorus



my favor





Dengan mudah kau lepaskan kata-kata
hingga aku terpesona dibuai gelora cinta dan asmara
begitu halus, lembut dan indah sekali
rupa-rupanya diselimuti duri hingga aku dikau lukai

butakah aku dalam cinta hingga aku diperbudak-budakkan
miskinkah aku dalam cinta hingga menjadi barang buangan

tahulah aku sekarang
siapa kau sebenarnya

tiada aku sangka sama sekali
kau hanya mencurah janji di daun keladi
sungguh tak bererti